Crème brûlée adalah hidangan penutup yang berasal dari Perancis; secara harfiah namanya berarti “Krim Gosong” (burnt cream). Hidangan ini sangat populer karena rasanya yang lezat dan cara pembuatannya yang simpel. Susu, kuning telur, dan gula merupakan bahan utama untuk membuat Crème brûlée ini. Di bagian atasnya ditutup dengan lapisan caramel yang keras. Secara tradisional, Crème brûlée dibuat dengan vanilla sebagai penambah rasa, namun seringkali ditambahi pula dengan parutan kulit jeruk (orange zest) ataupun parutan kulit lemon (lemon zest) untuk menghilangkan bau amis dari telur. Terkadang ada pula yang menambahkan liqueur sebagai penghilang bau amis tersebut.

Apabila Crème brûlée ditambahkan vanilla di dalamnya, maka saudara dekatnya yaitu crema catalana yang berasal dari Spanyol dibuat dengan menggunakan kayu manis (cinnamon) dan sepupunya yang berasal dari Inggris dibuat tanpa bahan tambahan apapun yaitu Trinity Cream yang mendapatkan namanya dari Trinity College di Cambridge (karena Trinity College ini tercatat menghidangkan krim jenis ini di tahun 1879).

Saya memilih membuat Crème brûlée karena berhasil menemukan penjual vanilla beans asal Indonesia yang 100% organik (or so they claim…). Bagi yang tertarik untuk membeli vanilla tersebut silakan klik disini

Berikut daftar kebutuhan bahan :

  1. 300 ml susu full cream cair
  2. 300 ml double cream (whipping cream) cair
  3. 6 kuning telur ayam (putih telurnya dapat digunakan untuk membuat Vanilla Fairy Cake)
  4. 100 gr gula pasir putih (castor sugar)
  5. 3-4 vanilla beans
  6. gula pasir untuk ditaburkan dan dibuat jadi karamel secukupnya

daftar kebutuhan peralatan :

  1. 6 buah ramekin atau mangkuk kecil yang tahan panas (kira2 dapat menampung 150 ml cairan)
  2. 1 buah loyang (yang dapat memuat 6 ramekin)
  3. 1 buah pengocok (mixer atau baloon whisk)
  4. Oven yang dapat mencapai suhu 180 derajat Celcius
  5. Penyaring
  6. Blow torch

Cara membuat :

1. Panaskan oven sampai mencapai suhu 180 derajat Celcius

2. Campur susu dan double cream, kemudian panaskan di atas api kecil sampai panas dan mulai berasap, tetapi jangan sampai mendidih.

3. Buka vanilla beans dengan menyayat sisinya dengan pisau kecil yang tajam, korek isinya dengan menggunakan pisau tersebut kemudian masukkan isi vanilla beans tersebut ke dalam susu dan double cream yang sedang dipanaskan. Kulit vanilla beans-nya dapat pula dimasukkan ke dalam susu tersebut.

4. Kocok kuning telur dan gula sampai gula larut dengan menggunakan mixer atau baloon whisk, tidak perlu sampai menjadi krim.

5. Tuangkan kira – kira 100 ml dari campuran susu panas tersebut ke dalam campuran telur dan gula, kemudian aduk dengan cepat agar telur tidak matang dan menggumpal. Apabila adonan sudah homogen selanjutnya dapat ditambahkan sisa susu panas sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.

6. Saring adonan susu dan telur tersebut kemudian tuangkan ke dalam 6 buah ramekin sama banyak. Ramekin tidak boleh terlalu penuh. Letakkan ke 6 buah ramekin tersebut ke dalam loyang kemudian tuang air mendidih ke dalam loyang sampai menutup kira – kira  2/3 tinggi ramekin. Jangan sampai ada air yang ikut masuk atau terpercik ke dalam ramekin.

7. Masukkan ke dalam oven dan panggang selama kurang lebih 40-50 menit. Cara memanggang yang demikian ini disebut dengan au bain marie.

8. Bila sudah selesai waktu memanggang, coba goyangkan ramekin tersebut. Bagian adonan di bagian pinggir ramekin harus sudah set, sementara di bagian tengah masih cukup lembek seperti jelly. Apabila masih belum mencapai konsistensi yang demikian, matikan oven dan biarkan adonan tersebut di dalam oven. Panas yang tersisa akan mematangkan adonan tanpa menggosongkannya.

9. Dinginkan di atas rak, kemudian masukkan ke dalam lemari pendingin (refrigerator) selama kurang lebih 4 jam.

10. Bila sudah cukup dingin taburi dengan gula pasir, tidak perlu terlalu banyak, asalkan rata menutup seluruh permukaan Crème brûlée. Dengan bantuan blow torch panaskan lapisan gula tersebut sehingga menjadi karamel. Awas hati – hati jangan sampai gula menjadi terlalu gosong.

11. Hidangkan Crème brûlée yang sudah jadi setelah lapisan karamel di atasnya mengeras.

Crème brûlée masih harus lembek (seperti krim kental) saat dihidangkan, apabila terlalu lama memanggang maka akan menjadi keras seperti puding custard.

Dalam membuat Crème brûlée ini, saya menambahkan orange zest yang berasal dari 1/2 buah jeruk sehingga warnanya menjadi lebih kuning dan untuk lapisan karamel di atasnya saya tambahkan pula gula palem (palm sugar) selain gula kastor.

Iklan